Kwadungan Gunung, 7 Februari 2025 - Mahasiswa KKN Tematik 114 Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) telah membuat terobosan penting dengan menyusun peta wisata komprehensif untuk Desa Kwadungan Gunung. Peta ini mencakup detail titik wisata di desa tersebut, termasuk potensi wisata tersembunyi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat, seperti Sedadap, Agroforestry, Kampung Alpukat, Kebun Kopi, dan Omah Kopi. Penyerahan peta potensi wisata ini dilakukan secara simbolis pada hari Jumat, 7 Februari 2025 di Kantor Balai Desa Kwadungan Gunung, dengan melibatkan kepala desa dan perangkat desa.
"Saya sangat senang dan berterima kasih kepada mahasiswa KKN karena dengan adanya peta wisata ini dapat menjadi sumber informasi dan membantu desa dalam membranding potensi-potensi wisata yang masih belum dikenal di desa ini," ujar Agus Susanta, Kepala Desa Kwadungan Gunung.
Peta wisata ini dipasang pada papan mading yang terletak di depan aula Kantor Balai Desa Kwadungan Gunung, yang berada di tepi Jalan Provinsi Temanggung-Wonosobo. Pembuatan peta potensi wisata ini merupakan bagian dari program KKN Tematik 114 Universitas Sebelas Maret yang bertujuan untuk mengembangkan agroeduwisata Desa Kwadungan Gunung.
Inisiatif ini sangat relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 9, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang tangguh, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi. Dengan menyusun peta wisata, mahasiswa KKN UNS telah membantu menciptakan infrastruktur informasi yang penting bagi pengembangan wisata desa. Selain itu, peta ini juga merupakan inovasi dalam mempromosikan potensi lokal, yang dapat mendukung industrialisasi berkelanjutan di sektor pariwisata dan pertanian desa.
Dengan adanya peta potensi ini, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan lokal, dan memberdayakan masyarakat desa dengan membuka peluang ekonomi baru. Masyarakat Desa Kwadungan Gunung kini memiliki alat yang efektif untuk mempromosikan wisata dan potensi lokal mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa.
Pembuatan peta wisata ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan desa.
Dengan langkah ini, Desa Kwadungan Gunung diharapkan dapat lebih dikenal di tingkat lokal maupun nasional sebagai destinasi wisata yang menarik dan beragam. Peta wisata komprehensif ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya membranding potensi desa dan menarik perhatian wisatawan serta investor untuk berkontribusi dalam pembangunan desa.
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook